Judul
|
Jurnal Akuntansi Internasional:
Harmonisasi Versus Standarisasi
|
Jurnal
|
JURNAL EKONOMI
|
Download
|
http://jurnalakuntansi.petra.ac.id/index.php/aku/article/view/15662/15654
|
Vol & Hal
|
Jurnal Akuntansi &
Keuangan Vol. 1, No.2
|
Tahun
|
1999
|
Penulis
|
Arja
Sadjiarto
|
Reviewer
|
Asih
Liana, Neni Kuswanti, Noviani Wilda.Z, Revika Rusviana, Vikcy Amalia.H
|
Tanggal
|
November
1999
|
Abstrak
|
Adanya
lingkungan dan kondisi hukum, sosial politik, dan ekonomi yang berbeda-beda
antar negara menyebabkan standar akuntansi juga berbeda. Globalisasi yang
tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya
perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar
akuntansi yang berlaku secara luas si seluruh dunia. Dalam hal ini terdapat
dua pendapat mengenai standar akuntansi internasional yaitu harmonisasi dan
standarisasi.
|
Analisis
|
Globalisasi juga membawa
implikasi bahwa hal-hal yang dulunya dianggap merupakan kewenangan dan
tanggung jawab tiap negara tidak mungkin lagi tidak dipengaruhi oleh dunia
internasional. Demikian juga halnya dengan pelaporan keuangan dan standar
akuntansi.
Salah satu karakteristik
kualitatif dari informasi akuntansi adalah dapat diperbandingan (comparability), termasuk di dalamnya
juga informasi akuntansi internasional yang juga harus dapat diperbandingkan
mengingat pentingnya hal ini di dunia perdagangan dan investasi
internasional. Dalam hal ingin diperoleh full
comparability yang berlaku luas secara internasional, diperlukan
standarisasi standar akuntansi internasional.
Harmonisasi standar
akuntansi diartikan sebagai meminimumkan adanya perbedaan standar akuntansi
di berbagai negara (Iqbal 1997:35). Hormonisasi juga bisa diartikan sebagai
sekelompok negara yang menyepakati suatu standar akuntansi yang mirip, namun
mengharuskan adanya pelaksanaan yang tidak mengikuti standar harus diungkapkan
dengan adanya harmonisasi ini adalah perusahaan-perusahaan
multinasional, kantor akuntan internasional, organisasi perdagangan, serta
IOSCO (International Organization of Securities Commissions).
IASC
didirikan pada tahun 1973 dan beranggotakan anggota organisasi profesi
akuntan dari sepuluh negara. Di tahun 1999, keanggotaan IASC terdiri dari 134
organisasi profesi akuntan dari 104 negara, termasuk Indonesia. Tujuan IASC
adalah (1) merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan
pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di
seluruh dunia, serta (2) bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar
dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan. Beberapa Negara
seperti Singapura, Zimbabwe dan Kuwait malah mengadopsi International Accounting
Standard sebagai standar akuntansi negara mereka. IASC memiliki kelompok
konsultatif yang disebut IASC Consultative Group yang terdiri dari
pihak-pihak yang mewakili para pengguna laporan keuangan, pembuat laporan
keuangan, lembaga-lembaga pembuat standar, dan pengamat dari organisasi
antar-pemerintah. Kelompok ini bertemu secara teratur untuk membicarakan
kebijakan, prinsip dan hal-hal yang berkaitan dengan peranan IASC.
FASB
(Financial Accounting Standards Board), dalam laporannya yang berjudul
International Accounting Standard Setting: A Vision for The Future,
meyakini bahwa perlu adanya satu set standar akuntansi yang digunakan di
seluruh dunia baik untuk pelaporan keuangan dalam negeri maupun lintas
negara. FASB juga tidak menyatakan secara eksplisit bahwa usaha ini merupakan
usaha harmonisasi. FASB memandang bahwa suatu standar akuntansi internasional
harus (a) memiliki kualitas tinggi dengan menyediakan informasi yang berguna
bagi investor, kreditur, dan pembuat keputusan lainnya dalam mengambil
keputusan serupa mengenai alokasi sumber daya dalam perekonomian, dan (b)
membuat berbagai standar akuntansi di berbagai negara menjadi convergent atau
semirip mungkin. Di satu sisi FASB menginginkan adanya standardisasi standar
akuntansi namun tidak mengingkari bahwa proses menuju standardisasi tersebut
harus melalui proses harmonisasi yang lebih terarah menuju standardisasi.
Standar
akuntansi yang memiliki kualitas tinggi (high-quality) adalah suatu
standar akuntansi yang tidak bias, dan menghasilkan suatu informasi yang
relevan dan dapat dipercaya yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh para
investor, kreditur dan pihak-pihak yang mengambil keputusan serupa. Standar
tersebut harus:
a.
Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya
b.
Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik
implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency.
c.
Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh
pembuat
laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar
tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut
serta para pengguna informasi yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut.
FASB
melihat perlunya dibentuk tiga organisasi yang akan menentukan system akuntansi
internasional di masa depan, yaitu:
1.
International Standard Setter (ISS)
Organisasi
ini menetapkan, mengembangkan dan mengumumkan secara resmi standar akuntansi
internasional. ISS merupakan organisasi independen yang memiliki delapan
fungsi, yaitu (1) leadership (2) innovation, (3) relevance,
(4) responsiveness, (5) objectivity, (6) acceptability and
credibility, (7) understandability dan (8) accountability. Karakteristik
ISS yang penting adalah
a.
independen dalam pengambilan keputusan
b.
menjalankan proses penetapan standar yang cukup dengan berhubungan
dengan
pihak luar yang akan menggunakan standar tersebut
c.
memiliki staf yang cukup
d.
memiliki pendanaan yang independen
e.
diawasi secara independen
2.
International Interpretation Committee (IIC)
Organisasi
ini dibentuk untuk menyampaikan pendapat atas penerapan standar akuntansi
internasional agar didapat penafsiran dan penerapan yang konsisten. IIC akan
membimbing para pemakai standar dan jika perlu menerbitkan semacam buku
panduan sebagai pelengkap standar yang sudah diterbitkan.
3.
International Professional Group (IPG)
Organisasi
ini terdiri dari para akuntan profesional dari berbagai organisasi
profesional
di berbagai negara. Kegiatan IPG yang utama adalah memudahkan penerapan
standar dengan cara memastikan adanya kepatuhan (compliance) terhadap
standar, penyebaran standar yang cukup sampai pada tingkat nasional dan
memberikan pengajaran kepada para pemakai tentang penerapan standar akuntansi
internasional yang tepat.
|
Kesimpulan
|
Standar akuntansi tidak
dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan
ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar
akuntansi di suatu negara berbeda dengan di Negara lain. Globalisasi yang
tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar Negara serta munculnya
perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar
akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Pembentukan IASC
merupakan salah satu usaha harmonisasi standar akuntansi yaitu untuk membuat
perbedaan-perbedaan antar standar akuntansi di berbagai negara menjadi
semakin kecil. Harmonisasi ini tidak harus menghilangkan standar akuntansi
yang berlaku di setiap negara dan juga tidak menutup kemungkinan bahwa
standar akuntansi internasional yang disusun oleh IASC diadopsi menjadi
standar akuntansi nasional suatu negara. FASB mempunyai pandangan bahwa tetap
harus ada satu standar akuntansi internasional yang berlaku di seluruh dunia.
Untuk itu perlu dibentuk organisasi penentu standar akuntansi internasional
dengan struktur dan proses tertentu. Menurut FASB, IASC bisa dimodifikasi
menjadi organisasi ini atau membentuk organisasi baru atau memodifikasi FASB
sendiri.
|
Rabu, 29 Maret 2017
Akuntansi Internasional (Tugas 1)
Kamis, 19 Januari 2017
Pelanggaran Kode Etik Akuntansi pada Kasus PT. Kimia Farma Tbk
KODE ETIK IAI
Pelanggaran Kode Etik Akuntansi pada Kasus
PT. Kimia Farma Tbk
Nama Kelompok :
Asih Liana (21213436)
Neni Kuswanti (26213387)
Noviani Wilda Zahra (26213547)
Revika Rusviana Arafi (27213465)
Vikcy Amalia Hardini ( 29213147)
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
Etika profesi bagi praktik akuntan di Indonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia sebagai organisasi profesi akuntan.
Kode Etik Ikatan Akuntansi (IAI) terdiri atas 4 bagian:
1. Prinsip Etika
2. Aturan Etika
3. Interpretasi Etika
4. Tanya Jawab
5.
A. Prinsip Etika
Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya.Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. (Imam Subaweh)
Prinsip Akuntansi terdiri dari beberapa yaitu :
Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tanggung- jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat.Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan pihak lainnya.
Dalam mememuhi tanggung-jawab profesionalnya, anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.Dalam mengatasi benturan ini, anggota harus bertindak dengan penuh integritar, dengan suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik, maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya.
Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak di sengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.Etika Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima
Obyektivitas
Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.
Kompetensi dan kehati-hatian profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan.Hal ini mengandung Aturan arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, derni kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik.
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh Prinsip Etika.
1) Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 fase yang terpisah:
Pencapaian Kompetensi Profesional, Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota
Pencapaian Kompetensi Profesional, Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota
2) Pemeliharaan Kompetensi Profesional, Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, serta anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.
Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
Perilaku professional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi sebagai perwujudan tanggung- jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.
B. Aturan Etika
Aturan Etika ini harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP). Dalam hal staf profesional yang bekerja pada satu KAP yang bukan anggota IAI-KAP melanggar Aturan Etika ini,
Aturan etika IAI-KAP memuat lima hal:
a. Standar umum dan prinsip akuntansi
b. Tanggung jawab dan praktik lain
c. Tanggung jawab kepada klien
d. Independensi, integritas, dan objektivitas
e. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
f. Interpretasi Etika
C. Interpretasi Aturan Etika
Interpretasi aturan etika merupakan penafsiran, penjelasan, atau elaborasi lebih lanjut atas hal-hal, isu-isu, dan pasal-pasal yang diatur dalam aturan etika, yang dianggap memerlukan penjelasan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman atas auran etika yang dimaksud. Interpretasi aturan etika ini dikeluarkan oleh suatu badan yang dibentuk oleh pengurus kompartemen atau institut profesi sejenis yang bersangkutan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
D. Tanya dan Jawab
Tingkatan terakhir, dimungkinkan adanya tanya-jawab yang berkaitan dengan isu-isu etika.Tanya-jawab ini dapat dilakukan dengan Dewan Standar Profesi yang dibentuk oleh pengurus kompartemen atau institut yang bersangkutan guna memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota kompartemen tentang aturan etika beserta interpretasinya.
Kasus Pelanggaran Kode Etik Akuntansi dalam PT. Kimia Farma Tbk
Suatu penyimpangan atau rekayasa akuntansi biasanya dimulai dari persoalan laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan tersebut. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengkaji laporan dengan pemakai informasi laporan keuangan. Rekayasa akuntansi yang terjadi di perusahaan-perusahaan public di Wall Street sebenarnya tidak jauh berbeda engan yang terjadi di Indonesia. Contohnya adalah PT. Kimia Farma yang terbukti melakukan mark up atas labanya dengan cara yang tidak sesuai dengan standar akutansi.
Suatu rekayasa akuntansi yang terjadi bisa juga melibatkan auditor (akuntan publik) yang memberikan penilaian yang tidak jujur dan tidak obyektif. Tidak independennya auditor bisa disebabkan auditor memberikan jasa konsultasi laporan keuangan, sekaligus juga memberikan jasa pemeriksaan akuntansi (audit) kepada klien yang sama. Auditor yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan klien dalam jangka waktu yang relatif lama sebenarnya mengetahui hal-hal yang tidak sesuai dengan standar akuntansi, akan tetapi tidak mengungkapkan dalam laporan auditnya. Karena itu opini auditor atas laporan keuangan klien menjadi diragukan keandalannya.
Seperti yang dikutip dari satunet.com bahwa merck, perusahaan farmasi kedua terbesar di Amerika Serikat, menyatakan telah membukukan 14 Milyar dollar AS keuntungan dari anak perusahaan selama 3 tahun terakhir yang sebenarnya tidak diproleh. Selama tahun 1999 dan 2001 anak perusahaan tersebut telah menyumbangkan 10% keuntungan Merck secara keseluruhan. Keterlibatan Arthur Andersen dalam kasus ini kemungkinan karena KAP ini telah memberikan jasa audit terhadap Merck sejak tain 1971. Arthur Andersen dapat diraguka independensinya karena dalam waktu yang relative lama memberikan jasa audit justru tidak mengungkapkan adanya kejanggalan praktik rekayasa akuntansi yang dilakukan Merck
PT. Kimia ama diduga Bapepam melakukan mark-up dengan indikasi bahwa manajemen melakukan upaya menaikkan prestasi serta meningkatkan performa saham ktik akan diinvestasi. Mekanisme rekayasa akuntansi dilakukan dengan melakukan pencatatan persediaan dalam jumlah yang diakumulasikan antara persediaan awal 2002 dengan persediaan akhir 2001. Karena itu asset tahun 2001 tampak overstated, demikian pula keuntungan 2001 menjadi overstated. Laba bersih yang dibukukan tahun 2001 sebesar Rp 132.263 miliar, namun ditemukan laba bersih seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar.
Rekayasa akuntansi yang terjadi di PT. Kimia Farma diduga merupakan keterlibatan auditor PT. Kimia Farma yaitu Hans Tuanakota & Mustofa (HT&M) dengan pihak manajemen. HT&M memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas tahun buku 2001, akan tetapi dalam proses audit semester I/2002 menemukan adanya selisih pendapatan. Hal inilah yang menjadikan auditor dianggap terlibat dalam praktek rekayasa akuntansi Kimia Farma, karena baru tahun 2002 menemukan mark-up kliennya. Pihak Bapepam masih melakukan pemeriksaan terhadap direksi lama Kimia Farma dn Kantor Akuntan Publik Hans Tuankota & Mustofa (Bisnis Indonesia, 7 November 2002)
Analisis Kasus dalam pelanggaran prinsip etika akuntansi :
Analisis Kasus dalam pelanggaran prinsip etika akuntansi :
Ø Prinsip Kepentingan Publik
Keterlibatan auditor PT. Kimia Farma yaitu Hans Tuanakota & Mustofa (HT&M) dengan pihak manajemen PT.Kimia Farma telah melakukan kebohongan publik dengan tidak melaporkan laporan keuangan secara jujur. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya perbedaan selisih laporan keuangan pada pemeriksaan berikutnya.
Ø Prinsip Tanggung Jawab Profesi
Pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk tahun 2002
Ø Prinsip objektivitas
Adanya dugaan overstatement penjualan dikarenakan melakukan mark-updengan indikasi bahwa manajemen melakukan upaya menaikkan prestasi serta meningkatkan performa saham ktik akan diinvestasi
Ø Prinsip Integritas
Selama mengaudit PT. Kimia Farma Hans Tuanakota & Mustofa (HT&M) dengan pihak manajemen HT&M memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas tahun buku 2001, akan tetapi dalam proses audit semester I/2002 menemukan adanya selisih pendapatan. Hal inilah yang menjadikan auditor dianggap terlibat dalam praktek rekayasa akuntansi Kimia Farma
Ø Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Dalam hal ini, pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan PT. Kimia Farma pada tahun 2002 telah berperilaku tidak professional sehingga menimbulkan reputasi perusahaan yang buruk. Bukan hanya itu saja, kinerja profesionalisme dari seorang auditor pada PT. Kimia Farma pun dapat merusak reputasi mereka selaku auditor karena resiko audit yang tidak berhasil mendeteksi adanya penggelembungan laba yang dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. tersebut, meskipun telah melakukan prosedur audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), dan tidak diketemukan adanya unsur kesengajaan.
Ø Prinsip Standar Teknis
Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Sedangkan auditorHans Tuanakota & Mustofa (HT&M) telah melanggar prinsip integritas dan objektivitas, maka auditor juga melanggar prinsip standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Analisis Kasus tidak dalam pelanggaran prinsip etika akuntansi :
Ø Prinsip Kerahasiaan
Dalam melaksanakan tugasnya Hans Tuanakota & Mustofa (HT&M)menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesionalnya dan tidak memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
DAFTAR PUSTAKA
IAI KAP, Aturan Etika Profesi Akuntansi Publik
Bisnis Indonesia. 2002. Bapepam Indikasikan KF Markup Untuk Divestasi, 7 November.
imas.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35596/Kode+Etik+Akuntan+Indonesia.pdf
Minggu, 12 Juni 2016
A Poem For Mom
A Poem for Mom
Mom
you have given me birth by risking your life
You have raised me with all your own sweat
You have given all your love to me
You took care of me with all your heart
And you also educate me with great affection.
You have raised me with all your own sweat
You have given all your love to me
You took care of me with all your heart
And you also educate me with great affection.
Mom
you taught me how to walk
You also taught me to how speak
Day and night you spend your time for me
Hot and cold you always fight for me.
You also taught me to how speak
Day and night you spend your time for me
Hot and cold you always fight for me.
Mom
after all what you have done
I realize how valuable you are
You will always stay in my heart
Until death come to pick me up.
I realize how valuable you are
You will always stay in my heart
Until death come to pick me up.
Thanks
for your sacrifice
Thank you for your love
Thanks for your time
Thank you for everything
Although I know my thanks is not meant for you
It will not be able to replay your services.
Thank you for your love
Thanks for your time
Thank you for everything
Although I know my thanks is not meant for you
It will not be able to replay your services.
Charlie Puth - One Call A Way
Charlie
Puth - One Call A Way
i'm only one call
away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away1
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away1
Call me, baby, if
you need a friend
I just wanna give you love
Come on, come on, come on
Reaching out to you, so take a chance
I just wanna give you love
Come on, come on, come on
Reaching out to you, so take a chance
No matter where
you go
You know you're not alone
You know you're not alone
I'm only one call
away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
Come along with me
and don't be scared
I just wanna set you free
Come on, come on, come one
You and me can make it anywhere
For now, we can stay here for a while, ay
'Cause you know, I just wanna see you smile
I just wanna set you free
Come on, come on, come one
You and me can make it anywhere
For now, we can stay here for a while, ay
'Cause you know, I just wanna see you smile
No matter where
you go
You know you're not alone
You know you're not alone
I'm only one call
away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
And when you're
weak I'll be strong
I'm gonna keep holding on
Now don't you worry, it won't be long, Darling
And when you feel like hope is gone
Just run into my arms
I'm gonna keep holding on
Now don't you worry, it won't be long, Darling
And when you feel like hope is gone
Just run into my arms
I'm only one call
away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one, I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one, I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away
I'm only one call
away
Chocolate Cheese Cake
Chocolate Cheese
Cake
All Ingredients :
35 grams of unsalted butter
20 grams of low-protein flour
15 grams of cocoa powder
1/4 teaspoon baking powder
50 grams of milk
50 grams of cream cheese
50 grams of egg yolk, beaten
120 garm egg whites
1/8 teaspoon salt
1/8 teaspoon cream of tartar
75 grams sugar
35 grams of unsalted butter
20 grams of low-protein flour
15 grams of cocoa powder
1/4 teaspoon baking powder
50 grams of milk
50 grams of cream cheese
50 grams of egg yolk, beaten
120 garm egg whites
1/8 teaspoon salt
1/8 teaspoon cream of tartar
75 grams sugar
1/4 teaspoon of
the chocolate paste
Ingredients for filling :
150 grams of cream cheese
100 ml milk
15 grams of cocoa powder
50 grams sugar
1/4 teaspoon salt
1 tablespoon cornstarch or maizena, dissolved in 1 tablespoon water
200 grams of dark cooking chocolate, melted
2 sheets of gelatin, soaked and drained until mixed
150 grams heavy cream, whipped until half expand
3 tablespoons rum
1 can of dark cherry, drained
150 grams of cream cheese
100 ml milk
15 grams of cocoa powder
50 grams sugar
1/4 teaspoon salt
1 tablespoon cornstarch or maizena, dissolved in 1 tablespoon water
200 grams of dark cooking chocolate, melted
2 sheets of gelatin, soaked and drained until mixed
150 grams heavy cream, whipped until half expand
3 tablespoons rum
1 can of dark cherry, drained
Ingredients for topping :
300 ml of dark cherry water
25 grams of dark cherry jam
50 grams sugar
3 sheets of gelatin, soaked in cold water, drained
300 ml of dark cherry water
25 grams of dark cherry jam
50 grams sugar
3 sheets of gelatin, soaked in cold water, drained
How To Make :
1. Heat the unsalted butter until melted. Turn off the heat. Add the flour, and cocoa powder. Stir until smooth. Lift. Add baking powder. Stir well.
1. Heat the unsalted butter until melted. Turn off the heat. Add the flour, and cocoa powder. Stir until smooth. Lift. Add baking powder. Stir well.
2. Heat the milk.
Add cream cheese. Stir until dissolved. Pour into egg yolks. Stir well.
3. Slowly pour
into the flour mixture, stir it until smooth. Set aside.
4. Whipped egg
whites, salt and cream of tartar at medium speed until half expand. Add slowly
sugar
5. Put the flour
mixture slowly into beaten egg whites while stir it gently.
6. Pour the batter
into pan 24x24x4 cm baking paper as the base without spreading margarine.
7. Place the pan
in the larger pan with a little water.
8. Put in oven
with a temperature of 160 degrees Celsius about 50 minutes until cooked.
9. Put the cake
into the ring with plastic mica as the base. Set aside.
For Filling :
1. Boil the milk, cocoa powder, sugar, and salt until boiled. Add maizena, stir it until you can see bubbling. Turn of the heat. Add egg yolks. Stir well. Turn on the fire.
1. Boil the milk, cocoa powder, sugar, and salt until boiled. Add maizena, stir it until you can see bubbling. Turn of the heat. Add egg yolks. Stir well. Turn on the fire.
2. Put the dark
cooking chocolate and gelatin. Stir until smooth.
3. Shake soft cream cheese. Add boiled milk slowly while whip it gently.
3. Shake soft cream cheese. Add boiled milk slowly while whip it gently.
4. Put into
whipped cream and rum gently. Add dark cherry. Stir well.
5. Pour the batter
on the cake.
For toping :
1. mix the dark cherry water, dark cherry jam, and sugar. Blend it smoothly. filter it. Cook until boiled. Put gelatin. Stir until dissolved. Chill it
1. mix the dark cherry water, dark cherry jam, and sugar. Blend it smoothly. filter it. Cook until boiled. Put gelatin. Stir until dissolved. Chill it
2. Pour to the top
of cake. Put into the refrigator. Garnish with decoration materials.
In Memory Of My Dad
In
Memory Of My Dad
by
: Leah Hendrie
If I could write a story
It would be the greatest ever told
Of a kind and loving father
Who had a heart of gold
If could write a million pages
But still be unable to say, just how
Much I love and miss him
Every single day
I will remember all he taught me
I’m hurt but won’t be sad
Because he’ll send me down the answers
And he’ll always be MY DAD
Wish You Were Here
Wish You Were Here
by : Diana Doyle
Three
months have passed
I’ll
never forget the day
Someone
rang to tell me
That
you’d gone away
The
hurt is the same
Like
an open wound
There
are days
I
don’t utter a sound
Some
days the pain is stronger
It
makes me sick and weak
I
can’t stand this much longer
I
just sit here and weep
I’ve
shut my private door
And
let no one in
Locking
myself in a box
They
try, but I won’t give in
You
were like a rock
Strong,
faithful and true
What
worth has my life
Now
I don’t have you
I
was your first born
Daddy’s
little girl
I
took my own path
But
was still part of your world
I
was not the best
Guilty
of neglect
But
you know daddy dearest
I
had so much respect
I
always loved you
My
dad, my star
Now
my pain is
To
worship you from afar
I
love you now
As I
did back then
I
just hope… one day
I
will see you again
I am
so proud of you
Brave
and strong to the end
Now
when asked “how are you?”
There
is no need to pretend
We
all love and miss you so much, sleep well
and
take care of all who went before you
Forever
in my heart
Langganan:
Postingan (Atom)
